Murdaya Po Disemayamkan Dekat Borobudur

Berita, Jawa Tengah138 Dilihat

Prajna juga menyampaikan pesan terakhir sang ayah kepada keluarga untuk selalu hidup rukun.

“Beliau berpesan bahwa setiap masalah pasti ada solusinya jika kita tekun dan optimis,” imbuhnya.

Lebih lanjut, wasiat untuk disemayamkan di dekat Candi Borobudur, tepatnya di Vihara GVA Mendut, memiliki makna tersendiri. Murdaya Po memiliki kedekatan dengan kawasan Borobudur, terutama dalam kegiatan perayaan Tri Suci Waisak.

Baca Juga :  Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Jateng Jemput Bola Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk Warga dan Pedagang Pasar Pedurungan

Semasa hidupnya, Murdaya Po dikenal sebagai sosok ayah yang penyayang dan dermawan. Kebaikan hatinya dirasakan oleh banyak orang di sekitarnya, termasuk komunitas Buddha yang sering menerima bantuannya.

Prajna menambahkan bahwa jenazah ayahnya telah diawetkan dengan formalin berkualitas tinggi dan disimpan di ruangan berpendingin udara agar dapat bertahan lebih lama.

Rencananya, jenazah papa akan dikremasi secara tradisional di Vihara GP, Borobudur, pada Rabu, 7 Mei 2025. Ini sebagai bentuk penghormatan terakhir dari keluarga dan umat Buddha,” katanya.

Baca Juga :  Sinergi Brimob Polda Jateng dan Masyarakat Kendal, Sukses Panen Raya 8 Ton Jagung untuk Ketahanan Pangan

Eric Fernando, perwakilan keluarga, menambahkan bahwa masyarakat luas dipersilakan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang Murdaya Po di Vihara GVA Mendut hingga 6 Mei 2025.”Proses kremasi akan dilaksanakan pada 7 Mei 2025,” pungkasnya.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *