Baturaja,transnewss.com – Insiden tragis mengguncang Desa Tanjung Baru, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), pada Jumat (24/1/2025). Proyek pembangunan saluran air di lokasi tersebut berubah menjadi tragedi ketika beton coran runtuh saat pengerjaan, menewaskan pekerja dan melukai pekerja lainnya.
Proyek yang berlokasi di Jalan Garuda Lintas Sumatera Lorong Serasan, dekat Pondok Pesantren Asifa, memunculkan berbagai pertanyaan dari warga. Salah satunya adalah tidak ada papan nama proyek yang mengindikasikan ketidakjelasan pihak pelaksana dan pengawas proyek.
Material Tidak Standar Diduga ini Penyebab Runtuhnya Beton
Menurut keterangan warga, mal penahan beton yang digunakan di proyek ini terlihat tidak memenuhi standar keamanan. “Bahannya bekas dan sudah tampak rapuh dari awal,” ungkap seorang warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Hal ini diperkuat oleh pernyataan salah satu pekerja yang selamat, yang mengakui bahwa penggunaan material bekas merupakan upaya penghematan biaya. “Kami sebenarnya sudah khawatir, tapi tetap harus bekerja,” ujarnya.
