Proses evakuasi korban berlangsung selama beberapa jam. Tim gabungan dari kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan warga setempat menggunakan alat berat untuk menyingkirkan puing-puing beton. Namun, keterbatasan peralatan memperlambat proses tersebut.
Salah satu korban pengerjaan proyek di Kabupaten OKU
“Kondisi mal yang rapuh membuat evakuasi semakin sulit,” ujar seorang petugas BPBD. Akhirnya, korban berhasil dievakuasi, meski di antaranya ada yang meninggal akibat luka serius. Sementara itu, korban yang selamat dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan intensif.
Proyek Misterius Tanpa Papan Nama
Ketidakhadiran papan nama proyek menjadi sorotan utama. Warga menyatakan kebingungan tentang siapa pihak yang bertanggung jawab atas proyek tersebut. “Kami tidak tahu siapa yang mengerjakannya. Tidak ada informasi yang jelas,” ungkap Ridwan, salah satu warga setempat.
Pengamat konstruksi, Ir. Haryono, menyoroti pentingnya transparansi dan penggunaan bahan berkualitas dalam setiap proyek. “Proyek tanpa papan nama sering menjadi indikasi penyimpangan. Keselamatan pekerja harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar formalitas,” tegasnya.
