Yogyakarta telah membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS)

Aman juga menekankan bahwa tujuan utama penanganan stunting bukan sekadar menurunkan angka prevalensi, tetapi memastikan bahwa seluruh proses penanganan dilakukan dengan baik dan benar. Keterlibatan dan kontribusi yang berkelanjutan dari seluruh pihak terkait, baik pemerintah, lembaga kesehatan, maupun masyarakat, menjadi kunci dalam menciptakan pengendalian kasus stunting yang efektif. Ia memperkirakan bahwa proses tersebut setidaknya membutuhkan waktu lima tahun untuk melihat hasil yang signifikan dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Zakat Fitrah OKU Tahun 2026 Tetapkan Rp40 Ribu per Jiwa, Bisa Disesuaikan dengan Harga Beras

AKS siklus kedua yang menyasar empat kelurahan di Kota Yogyakarta, merujuk kepada satu calon pengantin, enam ibu hamil, tiga ibu pasca melahirkan, tujuh baduta dan satu balita. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa nutrisi yang dikonsumsi oleh kelompok-kelompok ini menjadi salah satu masalah utama yang harus ditangani. Pemahaman terhadap pentingnya asupan gizi termasuk kualitas dan kuantitas asupan gizi yang memadai dapat berkontribusi pada risiko stunting, terutama pada ibu hamil dan anak-anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *