“Satu abad perjalanan NU adalah bukti nyata organisasi ini tidak hanya kuat secara struktural, tetapi kehadirannya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” ujar Gubernur.
Tinjauan Infrastruktur dan Solidaritas
Di sela agenda keagamaan, Gubernur juga memanfaatkan kunjungannya untuk memantau kondisi infrastruktur di OKU Timur yang terdampak curah hujan tinggi. Ia menegaskan bahwa pemerintah harus hadir di lapangan untuk memastikan solusi tepat sasaran bagi masyarakat yang terdampak cuaca ekstrem.
Tak lupa, ia mengajak warga NU untuk menumbuhkan rasa empati dan gotong royong, terutama bagi daerah lain yang sedang dilanda bencana alam.
Pesan Khidmat Satu Abad
Ketua PCNU OKU Timur, K.H. Syahri, dalam sambutannya mengingatkan jamaah bahwa peringatan 100 tahun adalah peristiwa langka yang patut disyukuri dengan peningkatan pengabdian. “Momentum ini belum tentu terulang bagi kita. Mari kita berkhidmat kepada NU dengan sepenuh hati,” tegasnya.
Puncak acara diisi dengan tausiyah oleh KH. Marzuqi Mustamar, Ketua PWNU Jawa Timur. Dalam ceramahnya, pengasuh Ponpes Sabilurrosyad Gasek ini menekankan pentingnya meneladani perjuangan para pendiri NU, menjaga persatuan internal, serta tetap konsisten pada sikap moderat (tawasut) dan toleran dalam kehidupan berbangsa.(***)

