Media juga meminta penjelasan apakah terdapat kegiatan meeting dalam kota yang berlangsung kurang dari delapan jam dan bagaimana dasar penetapan paket serta komponen biaya yang dibayarkan.
Pertanyaan tersebut dinilai penting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar berkaitan dengan kegiatan kedinasan dan didukung bukti pertanggungjawaban yang sah.
Namun demikian, informasi mengenai dugaan ketidaksesuaian tersebut masih memerlukan pembuktian melalui dokumen resmi dan penjelasan pihak terkait. Belum dapat disimpulkan telah terjadi penyimpangan anggaran.
Selain perjalanan dinas, belanja pemeliharaan bangunan gedung kantor Tahun Anggaran 2024 juga masuk dalam materi konfirmasi.
Data awal mencatat anggaran sebesar Rp198.000.000, dengan realisasi mencapai Rp196.598.845.
Persoalan muncul setelah adanya informasi pemantauan kondisi fisik bangunan pada Oktober 2025 yang menyebutkan cat gedung terlihat mengelupas dan sebagian plafon berbahan tripleks mengalami kerusakan.
Kondisi tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai jenis pekerjaan pemeliharaan yang telah dilaksanakan pada 2024, lokasi pekerjaan, volume, spesifikasi teknis, serta hasil akhir pekerjaan.
